Tapi, keasyikan Jogja dimata saya agak mulai bergeser. Jogja pada masa saya kecil sekitar tahun 95'an terasa sangat sejuk, terasa dekat dengan alam, guyonan orang-orangnya juga benar-benar freundlich-asli dari dalam hati, dan lain sebagainya. Sekarang, kalau saya keluar dengan sepeda motor, jika saya tidak menggunakan (minimal) jaket, waduh... kulit akan sangat tersengat dari teriknya matahari.
6.09.2012
es wäre schön, wenn Jogja... (Teil 1)
Tapi, keasyikan Jogja dimata saya agak mulai bergeser. Jogja pada masa saya kecil sekitar tahun 95'an terasa sangat sejuk, terasa dekat dengan alam, guyonan orang-orangnya juga benar-benar freundlich-asli dari dalam hati, dan lain sebagainya. Sekarang, kalau saya keluar dengan sepeda motor, jika saya tidak menggunakan (minimal) jaket, waduh... kulit akan sangat tersengat dari teriknya matahari.
3.16.2012
2.16.2012
Antara Pekalongan dengan Keris
Kereta Argo Muria berangkat dari Stasiun Gambir pada jam setengah delapan, yang kemudian tiba di Pekalongan pada jam setengah satu siang, everything was ontime. Di Pekalongan kami menginap di wisma dinas milik pemerintah kota Pekalongan. Wisma tersebut mungkin untuk lingkup kota Pekalongan sudah termasuk rumah mewah sih.
Disana kami diajak untuk melihat bagaimana proses pembuatan batik. Bukan cerita yang baru bagi saya untuk ini, karena saya pun sering meluangkan waktu saya jika di Indonesia dengan membatik. Bapak-bapak dalam rombongan ‘bergotong royong’ dalam membuat batik cap, sedangkan saya berserta Ibu Sundari, Ibu Ani, dan Mbak Syita membatik tulis.
Oh ya, saya perkenalkan dengan Bapak Goura, beliau adalah sosok pelaku dan pemerhati kebudayaan Indonesia asal Melbourne, Australia. Kehebatan belaiu akan kebudayaan Indonesia sudah diakui dimana-mana. Mendalang dan mocopatan menjadi keahliannya, Pengakuan Wayang, Batik, Angklung, Keris, dan Tari Saman dari UNESCO juga berhasil atas campur tangan beliau. Sosok yang tinggi, namun tetap bersahaja, vegetarian, dan yang terpenting njawani sangat terlihat sekali.
Pada kesempatan kali ini beliau berhasil membuat kebanyakan masyarakat Indonesia malu dengan kebisaan beliau akan menembangkan Macapat. Beliau melakukannya pada saat sarasehan di malam sebelum acara peresmian. Kebetulan macapat kali ini ditembangkan untuk menasehati bapak saya hehehe.
Hari Sabtu, 14 Januari 2012 adalah hari peresmian dari Graha Tosan Aji Kota Pekalongan, serta pengukuhan paguyuban pecinta tosan aji di Kabupaten Pekalongan yang bernama Kendali Rangah, yang berarti pengendalian terhadap hawa nafsu jahat. Bapak Walikota rawuh sekaligus meresmikan Graha Tosan Aji Kota Pekalongan. Acara tersebut dimeriahkan oleh penamipilan dari beberapa grup keroncong, penampilan dari Ibu Sundari Sukotjo sendiri, Tari Keris, dan Drama fragmen kehidupan Mpu Suratman Ketip.
11.27.2011
INDONESISCHER KULTURABEND 2011 KARLSRUHE
INDONESISCHER KULTURABEND 2011 KARLSRUHE
bei PPI Karlsruhe, Deutschland
Samstag, den 3.12.2011
ab 18.oo Uhr
am : Studentenhaus Festsaal
Adenauerring Straße 76131
Karlsruhe, Baden-Württemberg
Deutschland
Gamelan... Tradittionelle Tänze und Lieder... Gastronomie der Indonesiern...
Special Performance by Albiruni Raushanfikri:
KLANARAJA-TANZ
und
SAMAN-TANZ (als Sheikh)
5.23.2011
CIREBON… I’m Melting! (PART II)
*ilfil juga sih*
(PART II)
Selanjutnya, ada lagi yang patut di coba yaitu makan nasi jamblang (bahasa kerennya abg Cirebon: nge-jam alias ngejamblang -----> *e buset*) nah kami diajang Kang Johan buat makan di salah satu kedai nasi jamblang yang ramenya bukan main, jangan harap ada meja disana, yang ada Cuma bangku ditata sedemikian rupa, persis seperti susunan bangku antri bayar listrik. Cara pembayaran disana adalah bermodalkan jujur ketika ngaku di kasir.
Kemudian ada lagi tempat nasi jamblang yang enak, yaitu Nasi Jamblang Dermaga, letaknya persis di dermaga pelabuhan Cirebon, kalau ini saya akui lebih enak rasanya (harganya juga hehehe) hemmm sayur cumi setinta-tintanya… astaga… enak buanget…! Gigi orang aja bisa sama bulugnya.
Sepertinya tentang nasi jamblang, begitu juga dengan empal gentong. Empal gentong petama dan terenak yang saya coba adalah di pinggir jalan ke Goa Sunyaragi, depan sebuah SD di selatan
Kerupuk melarat, siapa yang ga tau dengan kerupuk yang diolah hanya menggunakan pasir, tanpa minyak. Maka itulah kerupuk itu disebut kerupuk melarat. Hehehe.
Selanjutnya sore ketika saya harus berpisah dari Cosmomen 2010, saya melajutkan untuk pergi berziarah ke makam Sunan Gunungjati. Lokasinya tidak begitu jauh dari kota Cirebon, begitu sampai saya terkejut dengan perilaku para peminta-minta dan warga yang mengaku sebagai ‘pengurus’ makam yang terkesan kasar dan memaksa dalam meminta sumbangan.
Namun untungnya ketika saya hendak masuk, ternyata ada rombongan peziarah dari daerah jawa tengah yang hendak masuk, maka saya ikut menyelinap diantara rombongan tersebut. Jadi, tidak terlalu pusing dalam menangani keributan orang-orang yang mengaku dari mulai menjadi tukang kebersihan sampai tukang ledeng kali ya.
Sesampainya saya di pintu pasujudan disana ada rombongan yang memulai tahlil, irama-irama sholawat dan doa yang tidak asing ditelinga saya, berkumandang dengan semangat, para pemimpin peziarah sering menjelaskan kepada rombongannya, agar tidak meminta sesuatu kepada sang Sunan, tapi beliau kita minta sebagai wasilah atau perantara agar mau memintakan hajat kepada Allah swt. Juga berterimakasih kepada sang Sunan, karena perjuangan beliaulah islam dapat sampai di bumi nusantara ini.
Tidak lama di tengah rombongan di depan saya bertahlil, datang rombongan lainnya dengan nada sholawat, tahlil yang berbeda, sama semangatnya. Akhir gemuruh kumandang doa dalam area pemakaman tersebut menjadi bergelora.
Hal itu mengingatkan saya, ketika di Kairo dulu, dimana ketika berziarah banyak tarekat-tarekat sufi dengan
Perbedaan yang timpang disaat makam sang Sunan penuh sesak jamaah, di makam istri beliau keheningan meliputi bangunan ini, bagi saya tidak ada kesan angker.
Begitu keluar dari area makam, tiba-tiba ada seorang yang menghampiri saya sambil membawa keranjang seperti keranjang pencuci sayur tepatnya), yang pastinya untuk meminta, dia mengucapkan,”saya belum…”
waaa… capek deh!!!*
*: mau pulang pake apa gue?!, orang travel buat balik ke jogja aja belum kebayar.